Lompat ke konten utama

SDIT Mutiara Sunnah Pangandaran

Resume Kajian Parenting: Ayah, Bunda Aku Adalah Titipan – 10 Oktober 2026

Alhamdulillah, pada Sabtu, 10 Oktober 2026, SDIT Mutiara Sunnah Pangandaran kembali mengadakan kajian parenting yang bertema “Ayah, Bunda Aku Adalah Titipan”. Kajian yang disampaikan oleh Ustadz Rendra Seftian Hadiwiharja, M.Pd ini mengajak para wali murid untuk kembali menyadari bahwa setiap anak yang ada di rumah adalah titipan (amanah) dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dari kesadaran inilah kemudian muncul pentingnya parenting islami anak amanah. Anak bukan sekadar nikmat yang diberikan, melainkan tanggung jawab besar yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.

Anak adalah Nikmat dan Amanah dari Allah

Allah berfirman dalam Surah Asy-Syura ayat 49-50 bahwa Dia memberikan anak perempuan, anak laki-laki, atau keduanya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan juga menjadikan sebagian orang tidak memiliki keturunan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

Ketika Allah menitipkan anak kepada Bapak dan Ibu, berarti Allah percaya kita mampu mengemban amanah tersebut. Banyak orang mendambakan keturunan, sementara kita yang sudah diberi amanah ini sering terlena dan kurang bersungguh-sungguh menjaganya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya (HR. Bukhari dan Muslim). Bapak akan dimintai pertanggungjawaban atas keluarga yang dipimpinnya, begitu pula Ibu atas anak yang dididiknya.

Tanggung Jawab Pendidikan Bersama Rumah dan Sekolah

Allah memerintahkan dalam Surah At-Tahrim ayat 6:

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”

Menjaga diri dan keluarga dari api neraka hanya bisa dilakukan dengan mengetahui mana yang halal dan haram, yaitu dengan mempelajari ilmu agama. Pendidikan anak pada asalnya adalah kewajiban orang tua.

Sekolah hanya sebagai mitra yang membantu. Ibarat menanam pohon, orang tua yang menanam nilai-nilai dasarnya, sekolah membantu menumbuhkan dan merawatnya, lalu di rumah orang tua harus terus menyiramnya.

Contohnya, jika di sekolah anak diajarkan hafalan Al-Qur’an, di rumah orang tua tetap mendampingi, mendengar, dan mengulanginya. Jangan sampai setelah menitipkan anak ke sekolah, orang tua berlepas diri.

Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu menjelaskan ayat tersebut dengan perintah mengajarkan ilmu agama dan adab kepada keluarga.

Tiga Pilar Menjaga Amanah Anak

Dalam menjaga parenting islami anak amanah, ada tiga hal penting yang harus dilakukan orang tua:

  1. Mendidik, mengajarkan agama, dan memberikan nasihat
    Sesuai tujuan manusia diciptakan, yaitu untuk beribadah kepada Allah. Orang tua wajib menanamkan cinta dan takut kepada Allah serta ilmu agama. Anak usia belia mudah menerima dan meniru. Jika orang tua tidak bisa mengajarkan langsung, ajak mereka ke majelis ilmu.
  2. Keteladanan orang tua dan guru
    Anak adalah peniru ulung. Apa yang orang tua lakukan akan ditiru. Kisah Malik bin Dinar yang lebih mengasihani orang tua daripada anak yang salatnya tidak baik menjadi peringatan: anak belajar dari orang tuanya. Ketakwaan orang tua juga menjaga anak di dunia dan akhirat, sebagaimana kisah Nabi Khidir yang menegakkan dinding rumah anak yatim karena orang tuanya yang saleh (Surah Al-Kahfi). Rezeki yang halal pun memudahkan ketaatan. Allah berfirman dalam Surah Al-Mu’minun ayat 51 kepada para rasul agar makan dari yang halal dan beramal saleh. Makanan dan nafkah yang halal membantu menegakkan amal saleh dalam keluarga.
  3. Meluangkan waktu untuk berkomunikasi dan mendampingi
    Anak butuh perhatian dan kehadiran orang tuanya. Jika tidak diluangkan waktu, mereka akan mencari kenyamanan di luar rumah. Di usia SD, dampingi mereka belajar, tanyakan apa yang dipelajari di sekolah, dan bantu mengulang hafalan. Waktu di rumah lebih banyak daripada di sekolah, sehingga pengaruh orang tua sangat besar.

Pentingnya Doa Orang Tua

Setelah berusaha mendidik, memberi nasihat, menjadi teladan, dan mendampingi, jangan lupakan doa. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tiga doa yang mustajab tanpa keraguan: doa orang tua, doa musafir, dan doa orang yang dizalimi.

Doa orang tua kepada anaknya sangat diijabah oleh Allah. Jangan mendoakan keburukan kepada anak, terutama saat marah. Lebih baik doakan agar Allah memberi petunjuk. Banyak kisah nyata anak yang berubah karena orang tuanya rajin berdoa di sepertiga malam terakhir. Doa adalah senjata orang beriman.

Penutup

Hasil pendidikan tidak sepenuhnya berada dalam kendali kita. Kita wajib berusaha, namun Allah-lah yang memberikan hidayah. Imam Malik bin Anas rahimahullah berkata:

“Adab adalah adab yang berasal dari Allah, bukan semata-mata dari ayah dan ibu. Kebaikan juga berasal dari Allah, bukan semata-mata dari ayah dan ibu.”

Ketika anak baik, kita wajib bersyukur karena itu karunia Allah. Ketika anak belum sesuai harapan, jangan putus asa dari rahmat Allah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengatakan bahwa orang tua yang bertakwa dan menempuh jalan syariat dalam mendidik anak, Allah akan memberi petunjuk kepada anaknya.

Di SDIT Mutiara Sunnah Pangandaran, kami terus berikhtiar membangun lingkungan pendidikan yang baik, menanamkan ilmu dunia dan ilmu agama, serta akhlak mulia. Setiap ketaatan yang dilakukan anak, pahalanya juga mengalir kepada orang tua.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan anak-anak kita generasi yang saleh dan salehah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, serta membawa kebaikan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Slide Materi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *